Digha Nikaya – Khotbah-Khotbah Panjang Sang Buddha

Terjemahan ini bersifat mandiri karena memuat seluruh isi Digha Nikaya. Tidak ada bagian yang dihilangkan, meskipun banyak terdapat pengulangan yang membosankan—hal ini memang merupakan ciri khas dari teks aslinya. Naskah Pali ini diterjemahkan dari Tipiṭaka, atau “Tiga Keranjang”, yaitu kumpulan ajaran Sang Buddha. Kitab suci ini dianggap suci oleh aliran Buddhisme Theravada, yang saat ini dapat ditemukan di Sri Lanka, Myanmar, dan Thailand. Sebelumnya, ajaran ini juga berkembang di Laos dan Kamboja. Kini, perkembangannya pun mulai meluas hingga ke Inggris dan negara-negara Barat lainnya. Aliran Theravada mengklaim telah mempertahankan ajaran asli Sang Buddha. Memang, ada alasan kuat untuk meyakini bahwa kitab suci Pali adalah sumber yang paling mendekati apa yang benar-benar diajarkan oleh Sang Buddha. Selain itu, Tipiṭaka Pali merupakan satu-satunya kitab suci dari aliran awal Buddhisme yang masih terpelihara secara lengkap.

Majjhima Nikaya -Khotbah-khotbah Menengah Sang Buddha

Buku ini memberikan suatu terjemahan lengkap Majjhima Nikāya, Khotbah-Khotbah Menengah Sang Buddha, salah satu koleksi besar dari teks Kanon Pali, naskah-naskah otentik dari Buddhisme Theravada. Koleksi ini – di antara catatan-catatan tertua dari asal-mula ajaran asli Buddha historis – terdiri dari 152 sutta atau khotbah dengan panjang menengah, yang dibedakan demikian dari sutta-sutta yang lebih panjang dan yang lebih pendek dari koleksi lain. Majjhima Nikāya dapat secara singkat digambarkan sebagai naskah Buddhis yang menggabungkan berbagai situasi kontekstual yang kaya dengan beragam ajaran yang terdalam dan paling komprehensif.

Samyutta Nikaya

Saṃyutta Nikāya adalah salah satu kumpulan khotbah Sang Buddha yang paling penting dalam Kanon Pali. Sebagian isinya diyakini berasal dari konsili Buddhis pertama, sehingga termasuk dalam periode tertua sejarah Buddhisme. Dengan demikian, kumpulan ini merupakan harta karun ajaran Buddha yang kaya, yang menggambarkan filosofi dan praktik Buddhisme pada masa awalnya dengan sangat jelas.

 

Samyuta Nikaya 1
Samyuta Nikaya 2
Samyuta Nikaya 3
Samyuta Nikaya 4
Samyuta Nikaya 5

Anggutara Nikaya

Aṅguttara Nikāya merupakan Nikāya ke empat dari empat Nikāya dalam Kanon Pāḷi dari tradisi Buddhis Theravāda. Meskipun ke empat, bukan berarti yang paling tidak penting. Kebalikannya, diantara populasi Buddhis di negara-negara yang mengikuti tradisi Theravāda, Sutta-sutta dari Aṅguttara Nikāya mungkin adalah khotbah-khotbah yang paling dikenal. Alasannya terdapat pada dalam metoda khas pengelompokan dalam susunannya. Aṅguttara menggunakan angka sebagai prinsip dalam pengelompokan sutta-sutta. Nama “Aṅguttara” berarti “bertambah satu faktor.” Nama lainnya, Ekuttarika Nikāya, berarti kumpulan yang sutta-sutta-nya “bertambah satu.” Setiap bab besar Aṅguttara ditentukan hanya dengan jumlah elemen yang terdapat dalam sutta-sutta dalam bab itu.

 

Samyuta Nikaya 1
Samyuta Nikaya 2
Samyuta Nikaya 3
Samyuta Nikaya 4
Samyuta Nikaya 5

Khuddaka Nikaya

Khuddaka Nikāya adalah bagian kelima dan terakhir dari Sutta Piṭaka dalam Kanon Pali. Namanya berarti “Kumpulan Teks-teks Kecil”, meskipun saat ini merupakan kumpulan dengan isi terbesar dan terbanyak dibandingkan empat nikāya lainnya (Dīgha, Majjhima, Saṃyutta, Aṅguttara). Menurut Professor Hirakawa Akira, Khuddaka Nikāya berfungsi sebagai “tempat penampungan” untuk materi-materi baru yang muncul setelah keempat nikāya utama dianggap selesai. Akibatnya, kumpulan ini memuat teks-teks dari berbagai masa, baik yang sangat awal maupun yang berasal dari perkembangan belakangan. Dari segi sejarah, beberapa aliran Buddhis awal lainnya (seperti Mahīśāsaka dan Dharmaguptaka) juga memiliki koleksi Khuddaka, namun hanya versi Theravāda yang masih bertahan utuh hingga kini.

 

Jataka-Volume-1
Jataka-Volume-2
Jataka-Volume-3
Jataka-Volume-4
Jataka-Volume-5
Jataka-Volume-6
Milindapanha-Volume-1
Milindapanha-Volume-2
Therigatha
Theragatha
Patisambhidamagga

Abhidhamma Pitaka

Abhidhammapiṭaka adalah bagian ketiga dari Tripitaka Pali dalam tradisi Theravāda yang berisi analisis akademis dan sistematisasi ajaran Buddha, sering disebut sebagai “Psikologi Buddhis”. Kitab ini merupakan salah satu varian sastra Abhidharma yang khas Theravāda, berbeda dari aliran Buddhis awal lainnya. Salah satu kitabnya, Kathāvatthu, membahas perbedaan doktrin dengan aliran lain. Abhidhammapiṭaka dipelajari secara mendalam oleh para bhikkhu dan juga digunakan dalam liturgi, seperti pembacaan pada upacara pemakaman dan hari raya.

 

Dhammasangani
Dhatukatha
Kathavathu
Puggala-pannatti
Vibhanga 1
Vibhanga 2

Vinnaya Pitaka

Vinayapiṭaka (Pali untuk “Keranjang Disiplin”), juga ditulis sebagai Vinaya Piṭaka, adalah salah satu dari tiga bagian Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh aliran Theravāda. Bagian ini berisi peraturan-peraturan bagi para anggota Sangha monastik, yaitu para biku dan bikuni; dua bagian lainnya adalah Suttapiṭaka dan Abhidhammapiṭaka.

 

Vinaya-Pitaka-Volume-1
Vinaya-Pitaka-Volume-2
Vinaya-Pitaka-Volume-3
Vinaya-Pitaka-Volume-4
Vinaya-Pitaka-Volume-5
Vinaya-Pitaka-Volume-6

Visudhi Magga-Jalan Mulia Menuju Kebahagiaan Abadi

Kitab Visuddhimagga, yang dalam bahasa Pali berarti “Jalan Pemurnian”, merupakan salah satu karya terpenting dalam tradisi Buddha Theravāda. Kitab ini ditulis oleh Buddhaghosa sekitar abad ke-5 di Sri Lanka. Visuddhimagga berfungsi sebagai panduan lengkap praktik Buddhis Theravāda dengan pendekatan sistematis berdasarkan Abhidhamma Theravāda. Isi kitab ini merangkum ajaran tentang sila (moralitas), samadhi (konsentrasi), dan panna (kebijaksanaan), sehingga sering disebut sebagai “ringkasan besar” jalan menuju pencerahan. Kitab ini juga menyusun dan menjelaskan penafsiran para sesepuh Mahāvihāra di Anuradhapura, yang menjadi pusat penting ajaran Buddha Theravāda di masa itu.