Pembangunan wihara adalah bentuk kebaikan yang memberikan manfaat kebajikan jangka panjang bagi banyak orang. Wihara bukan sekadar bangunan, tetapi pusat pembelajaran Dharma, latihan meditasi, tempat tinggal biku dan bikuni, serta tempat berkumpulnya komunitas Buddhis dalam belajar serta menjalankan Ajaran Buddha. Berderma sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, seperti pembangunan wihara merupakan salah satu praktik luhur yang membuahkan berkah besar. Dalam lintasan sejarah Nusantara, Mojokerto dikenal sebagai pusat spiritual dan kebudayaan agung, tempat di mana nilai-nilai kebijaksanaan Majapahit pernah tumbuh dan menyinari peradaban. Dalam semangat kebangkitan nilai luhur tersebut, kami merintis pembangunan Wihara Tantular Sugata Wilwatikta – Buddhayana Center Mojokerto sebagai pusat pengembangan spiritual, pendidikan Dhamma, dan pelestarian warisan budaya Nusantara.

Pembangunan wihara ini merupakan jawaban atas kebutuhan umat Buddha dan masyarakat umum di wilayah Mojokerto dan sekitarnya, yang mendambakan sebuah tempat latihan batin yang membumi, terbuka, dan selaras dengan kearifan lokal. Wihara ini dirancang bukan hanya sebagai tempat puja bakti, melainkan juga sebagai pusat pembinaan moral, meditasi, pelestarian budaya, serta pengembangan sosial spiritual berlandaskan ajaran Buddha yang mencerahkan. Dengan mengusung semangat “Tantular” – teguh dalam keberagaman dan “Sugata” – telah pergi dengan baik, dalam artian bahwa Buddha disebut Sugata karena telah pergi dengan baik pada Jalan Ariya serta mengambil inspirasi dari warisan agung Wilwatikta, pembangunan wihara ini diharapkan dapat menjadi mercusuar Dharma di bumi Majapahit, menjembatani generasi masa kini dengan akar spiritual dan budaya luhur Nusantara.

Umat Buddha di wilayah Mojokerto berdasarkan catatan Kementerian Agama, data semester ganjil tahun 2020 terdapat 1.117 jiwa dan terus bertumbuh, baik dari kalangan keluarga tradisi Buddhis maupun generasi baru yang mencari jalan batin, damai, rasional, dan membumi. Namun hingga kini, belum tersedia pusat kegiatan Buddhis yang representatif dan berakar pada spiritualitas Nusantara, yang mampu mewadahi puja bakti, meditasi, pendidikan Dharma, hingga pelestarian budaya secara terpadu. Menyadari kebutuhan tersebut, kami memprakarsai pembangunan Wihara Tantular Sugata Wilwatikta – Buddhayana Center Mojokerto sebagai tempat suci dan pusat pembinaan budaya yang menjembatani warisan luhur masa lalu dengan kebutuhan spiritual masa kini. Nama “Tantular Sugata Wilwatikta” bukan sekadar simbol, melainkan pernyataan komitmen untuk merawat nilainilai toleransi (Tantular), menapaki jalan mulia Buddha (Sugata), dan menyuburkan kembali kejayaan spiritual Mojopahit (Wilwatikta) dalam semangat Buddhayana yang terbuka, inklusif, dan membebaskan.

Pembangunan wihara ini diharapkan tidak hanya menjadi rumah batin bagi umat, tetapi juga titik temu budaya, lintas tradisi, dan generasi, tempat di mana Dharma dipelajari, dipraktikkan, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Wihara Tantular Sugata Wilwatikta akan menjadi lentera Dharma yang menyalakan kembali semangat kebajikan di bumi Mojopahit, demi kesejahteraan semua makhluk tanpa kecuali.
Selengkapnya Lihat Proposal Berikut
Lihat Selengkapnya