JEJAK-DUPA
Dupa bukan sekadar sarana wewangian atau unsur estetika dalam ritual. Ia adalah wujud penghormatan, persembahan, dan pengingat akan sifat segala sesuatu yang tidak kekal, yang terus berubah, sebagaimana asapnya yang lenyap ditelan ruang. Dalam setiap helai asap, ada doa tanpa kata, ada devosi tanpa pamrih, dan ada sambung rasa antara umat dengan Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Jejak Dupa menelusuri akar sejarah penggunaan dupa sejak masa awal ajaran Buddha, menelaah makna filosofis dan teologisnya, serta mengangkat bagaimana dupa menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik puja bakti hingga masa kini. Secara khusus, buku ini juga mengulas kekayaan tradisi Buddhis Nusantara yang memadukan aroma dupa dengan nilai-nilai lokal, menjadikan dupa bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari laku budaya yang luhur.
Jejak Dupa menelusuri akar sejarah penggunaan dupa sejak masa awal ajaran Buddha, menelaah makna filosofis dan teologisnya, serta mengangkat bagaimana dupa menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik puja bakti hingga masa kini. Secara khusus, buku ini juga mengulas kekayaan tradisi Buddhis Nusantara yang memadukan aroma dupa dengan nilai-nilai lokal, menjadikan dupa bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari laku budaya yang luhur.