KEUNTUNGAN TERBESAR DI DUNIA

Ini adalah cover jutul artikel mengenai keuntungan terbesar di dunia

Keuntungan Terbesar di Dunia

Oleh: Nyanasila

Di tengah kehidupan yang bergerak semakin cepat, manusia sering mengukur keuntungan terbesar di dunia berdasarkan apa yang dapat dimiliki dan dikumpulkan. Sebagian orang menganggap keuntungan terbesar di dunia adalah harta yang melimpah. Sebagian lainnya melihat jabatan, popularitas, rumah yang megah, kendaraan yang mewah, atau usaha yang berkembang sebagai puncak keberhasilan hidup. Namun, Buddha menunjukkan sudut pandang yang jauh lebih mendalam. Dalam Dhammapada syair 204, Beliau bersabda:

“Ārogyaparamā lābhā”Kesehatan adalah keuntungan yang terbesar.

Ajaran ini tampak sederhana, tetapi mengandung kebijaksanaan yang sangat dalam. Sebab, apa arti kekayaan jika tubuh tidak mampu menikmatinya? Apa gunanya makanan yang lezat apabila penyakit membuat lidah kehilangan rasa? Apa manfaat rumah yang indah jika seseorang harus menghabiskan hari-harinya di tempat tidur karena sakit? Semua keuntungan duniawi pada akhirnya bergantung pada satu hal yang sering dilupakan, yaitu kesehatan.

Bagi seorang perumah tangga, kesehatan merupakan fondasi bagi seluruh aktivitas kehidupan. Dengan tubuh yang sehat, seseorang dapat bekerja mencari nafkah, mengurus keluarga, mendidik anak-anak, membantu sesama, dan menjalankan praktik Dharma. Sebaliknya, ketika kesehatan terganggu, hampir seluruh aspek kehidupan ikut terdampak. Pikiran menjadi mudah gelisah, pekerjaan terhambat, dan hubungan dengan orang-orang terdekat pun sering kali ikut terpengaruh.

Namun, kesehatan yang dimaksud Buddha tidak terbatas pada kesehatan jasmani semata. Dharma mengajarkan bahwa terdapat kesehatan yang lebih luhur, yaitu kesehatan batin. Banyak orang memiliki tubuh yang kuat, tetapi hatinya dipenuhi kecemasan, kemarahan, iri hati, dan ketidakpuasan. Secara lahiriah mereka tampak sehat, tetapi secara batin mereka sedang menderita. Sebaliknya, ada orang yang menghadapi keterbatasan fisik, namun mampu menjalani hidup dengan penuh kedamaian, kesabaran, dan kebijaksanaan. Inilah tanda kesehatan batin yang sesungguhnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan batin dapat dipelihara melalui cara-cara sederhana. Ketika menghadapi masalah keluarga, kita belajar bersabar daripada terburu-buru marah. Ketika menghadapi kegagalan usaha, kita belajar menerima kenyataan sambil tetap berusaha dengan bijaksana. Ketika melihat keberhasilan orang lain, kita mengembangkan sukacita daripada iri hati. Setiap kali batin terbebas dari kebencian, keserakahan, dan delusi, pada saat itulah kesehatan batin sedang bertumbuh.

Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup. Menjaga kesehatan juga berarti merawat pikiran dengan kebajikan, perhatian penuh, dan kebijaksanaan. Tubuh yang sehat menjadi kendaraan untuk berbuat baik, sedangkan batin yang sehat menjadi penuntun menuju kebahagiaan sejati.

Sebagai perumah tangga Buddhis, marilah kita merenungkan kembali sabda Buddha ini. Di tengah kesibukan mencari keuntungan duniawi, jangan sampai kita mengabaikan keuntungan terbesar yang telah kita miliki. Rawatlah tubuh dengan bijaksana dan peliharalah batin dengan Dharma. Sebab kesehatan jasmani memungkinkan kita menjalani kehidupan dengan baik, sedangkan kesehatan batin memungkinkan kita menjalani kehidupan dengan benar. Ketika keduanya terjaga, kehidupan tidak hanya menjadi lebih bahagia, tetapi juga menjadi jalan yang membawa kita semakin dekat kepada kebebasan dan kedamaian sejati.

Dhammacitta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *